Rangkuman Materi Tata Kelola dan Manajemen Risiko (EACC4210) Sesi 6
Kita mempelajari bagaimana organisasi melakukan analisis lingkungan eksternal dan internal, memahami peran budaya organisasi, serta melakukan evaluasi dan pengendalian strategik untuk memastikan tujuan jangka panjang tercapai.
Sebisa mungkin aku menggunakan kalimat yang mudah dipahami 😋 semangat belajarnyaaa, semoga sukses menghadapi ujian nanti 🤙😎
1. Analisis Lingkungan
Analisis lingkungan bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja organisasi, baik dari luar maupun dari dalam.
Analisis Lingkungan Eksternal (PESTEL):
Politik: Kebijakan pemerintah, stabilitas politik, dan regulasi yang mempengaruhi bisnis.
Ekonomi: Kondisi ekonomi makro seperti inflasi, suku bunga, dan pertumbuhan ekonomi.
Sosial: Tren demografi, gaya hidup, dan perubahan sosial masyarakat.
Teknologi: Inovasi teknologi yang dapat mengubah cara bisnis beroperasi.
Environment /Lingkungan: Isu keberlanjutan dan dampak lingkungan.
Legal (Hukum): Peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Analisis Lingkungan Mikro: Meliputi pesaing, pelanggan, pemasok, regulator, dan mitra strategis.
Analisis Lingkungan Internal (SWOT):
Strength (Kekuatan): Keunggulan internal organisasi (sumber daya, kapabilitas).
Weakness (Kelemahan): Kekurangan internal yang menghambat kinerja.
Opportunity (Peluang): Faktor eksternal yang menguntungkan.
Threat (Ancaman): Faktor eksternal yang merugikan.
2. Budaya Organisasi dan Risiko
Budaya organisasi adalah nilai, norma, dan keyakinan yang dianut bersama oleh anggota organisasi yang mempengaruhi perilaku mereka.
Peran Budaya: Budaya yang kuat dapat mendukung integritas dan keterbukaan, yang memperkuat penerapan pengendalian strategik.
Pengaruh terhadap Risiko: Budaya yang mendukung kesadaran risiko akan membantu organisasi dalam mengidentifikasi dan memitigasi ancaman lebih dini.
3. Evaluasi dan Pengendalian Strategik
Proses ini memastikan bahwa strategi yang dijalankan sesuai dengan rencana dan memberikan
hasil yang diharapkan
Komponen Evaluasi:
Menetapkan Standar Kinerja: Menggunakan indikator seperti laporan keuangan atau KPI.
Analisis Gap (Selisih): Membandingkan kinerja aktual dengan target untuk menemukan penyimpangan.
Tindakan Korektif: Menyesuaikan strategi atau alokasi sumber daya jika terjadi penyimpangan signifikan.
Jenis Pengendalian Strategik:
Pengendalian Premis: Menguji asumsi awal strategi (misal: kondisi pasar).
Pengendalian Implementasi: Mengawasi pelaksanaan strategi agar sesuai rencana.
Pengendalian Strategis Khusus: Diterapkan pada peristiwa mendadak seperti krisis atau merger.
4. Risiko Strategis
Risiko strategis adalah potensi kerugian akibat keputusan strategis yang tidak tepat atau kegagalan dalam merespons perubahan lingkungan eksternal.
Komentar
Posting Komentar