Rangkuman Materi Tata Kelola dan Manajemen Risiko (EACC4210) Sesi 3
Kita akan mempelajari dua kerangka kerja utama dalam manajemen risiko global, yaitu ISO 31000:2018 dan COSO ERM, serta penerapannya dalam studi kasus nyata.
Sebisa mungkin aku menggunakan kalimat yang mudah dipahami 😋 semangat belajarnyaaa, semoga sukses menghadapi ujian nanti 🤙😎
1. Prinsip Manajemen Risiko Berbasis ISO 31000:2018
Tujuan utama manajemen risiko menurut ISO 31000 adalah menciptakan dan melindungi nilai (value creation and protection). Untuk mencapai tujuan tersebut, terdapat 8 Prinsip yang harus dipenuhi:
a. Terintegrasi (Integrated): Manajemen risiko adalah bagian tak terpisahkan dari semua aktivitas organisasi.
b. Terstruktur dan Komprehensif (Structured and Comprehensive): Pendekatan sistematis diperlukan untuk hasil yang konsisten dan dapat dibandingkan.
c. Disesuaikan (Customized): Kerangka kerja dan proses harus disesuaikan dengan konteks internal dan eksternal organisasi.
d. Inklusif (Inclusive): Melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) agar pandangan dan persepsi mereka dipertimbangkan.
e. Dinamis (Dynamic): Risiko dapat muncul, berubah, atau hilang seiring perubahan konteks organisasi.
f. Informasi Terbaik yang Tersedia (Best Available Information): Berbasis pada data historis, terkini, dan ekspektasi masa depan.
g. Faktor Manusia dan Budaya (Human and Cultural Factors): Perilaku manusia dan budaya organisasi sangat memengaruhi efektivitas manajemen risiko.
h. Perbaikan Berkelanjutan (Continual Improvement): Manajemen risiko harus terus ditingkatkan melalui pembelajaran dan pengalaman.
2. Proses Manajemen Risiko (ISO 31000)
Proses ini dilakukan secara sistematis dan berulang, terdiri dari elemen-elemen berikut:
a. Komunikasi dan Konsultasi: Memastikan semua pihak memahami risiko dan dasar pengambilan keputusan.
b. Penetapan Lingkup, Konteks, dan Kriteria: Menentukan batasan, lingkungan internal/eksternal, dan parameter risiko (selera risiko).
c. Penilaian Risiko (Risk Assessment):
🌼 Identifikasi Risiko: Menemukan dan mengenali risiko yang dapat menghambat atau membantu pencapaian sasaran.
🌼 Analisis Risiko: Memahami sifat, karakteristik, dan level risiko (kemungkinan & dampak).
🌼 Evaluasi Risiko: Membandingkan hasil analisis dengan kriteria risiko untukmenentukan prioritas penanganan.
d. Perlakuan Risiko (Risk Treatment): Memilih dan menerapkan opsi untuk menangani risiko, seperti menghindari, mengurangi (mitigasi), membagi (transfer/asuransi), atau menerima risiko.
e. Pemantauan dan Tinjauan: Memastikan efektivitas implementasi dan mendeteksi perubahan.
f. Pencatatan dan Pelaporan: Dokumentasi untuk transparansi dan akuntabilitas.
3. Komponen COSO ERM (Enterprise Risk Management)
Kerangka kerja COSO ERM berfokus pada integrasi risiko denganstrategi dan kinerja. Dua komponen utamanya adalah:
Tata Kelola dan Budaya (Governance and Culture):
🌼 Pengawasan Dewan Direksi terhadap risiko.
🌼 Menetapkan struktur operasional.
🌼 Mendefinisikan budaya yang diinginkan (misal: sadar risiko vs penghindar risiko).
🌼 Menunjukkan komitmen pada nilai inti (core values).
🌼 Menarik, mengembangkan, dan mempertahankan individu yang kompeten.
Strategi dan Penetapan Tujuan (Strategy and Objective Setting):
🌼 Analisis Konteks Bisnis: Memahami faktor internal/eksternal (ekonomi, politik, teknologi) yang memengaruhi strategi.
🌼 Menetapkan Selera Risiko (Risk Appetite): Menentukan seberapa besar risiko yang bersedia diambil untuk mencapai tujuan.
🌼 Evaluasi Strategi Alternatif: Menilai strategi lain dengan mempertimbangkan profil risiko.
🌼 Merumuskan Tujuan Bisnis: Menetapkan tujuan spesifik yang selaras dengan strategi dan risiko.
4. Studi Kasus: PT Jamu Cap Nyonya Meneer
Studi kasus ini menggambarkan kegagalan manajemen risiko yang berujung pada kebangkrutan
(pailit) perusahaan legendaris yang berdiri sejak 1919.
Masalah Utama:
🌼 Sengketa Keluarga: Konflik internal antar generasi ketiga (cucu) dalam perebutan kekuasaan mengganggu fokus operasional.
🌼 Risiko Operasional: Terjadi pemogokan buruh, masalah THR, dan demonstrasi HAM yang tidak tertangani dengan baik.
🌼 Risiko Keuangan: Beban utang yang sangat besar kepada 35 kreditur (total Rp 89 miliar) dan kegagalan memenuhi perjanjian damai (wanprestasi).
🌼 Kegagalan Strategis: Perusahaan gagal mengeksploitasi peluang ekspor ("risiko sisi atas") dan gagal memitigasi ancaman operasional ("risiko sisi bawah").
Pelajaran: Kehancuran disebabkan oleh ketiadaan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) dan manajemen risiko yang lemah. Konflik kepentingan pemilik menghambat pengambilan keputusan strategis yang objektif demi kelangsungan perusahaan.
Komentar
Posting Komentar